Minggu, 20 April 2014

KIDS' PARENTING



Salam Kids’ Parents

Bagi sebagian orangtua pasti mengharapkan yang terbaik dari anaknya, walaupun tak mengerti bagaimana cara yang tepat dalam memotivasi anak supaya bakat / kelebihan anak dapat tereskpos.

Orangtua seringkali mengalami kewalahan dalam mengatasi anaknya yang malas belajar, nilai rapor selalu merah, masalah disekolah dan sebagainya. Bahkan orangtua tidak segan-segan membanding-membandingkan anaknya dengan anak orang lain, contoh, kata mama kepada anak yang dibandingkan “Lihat tu teman kamu, tetangga kita, lebih pintar dari kamu, anak baik, kalo kamu, sudah malas kaya kerbo, bodoh lagi, coba beta jangan kasih lahir lu ne, hanya buat beta susah sa”. Dipikirnya dengan perbandingan itu, membuat anak termotivasi untuk menjadi seperti atau malah lebih dari orang yang dibandingkan.

Secara tidak sadar, anak yang menjadi korban perbandingan akan minder karena merasa dirinya tak berarti.

Apakah cara perbandingan baik digunakan sebagai metode orang tua dalam memotivasi anaknya ? jawabannya : tidak.  Untuk itu, lebih jelas lagi, mari yukk, kita bahas sama-sama masalah diatas, cara apa yang tepat supaya kita mengatasi masalah tersebut.

Selamat membaca…Tuhan Yesus Memberkati

            Source by : Psikologi Anak

Membandingkan-Bandingkan Anak

Dampak anak  korban perbandingan orangtua sesuai tingkat usia anak  :
Bayi : Sulit Percaya (0-1 th)
Meski bayi belum dapat berbicara, tetapi ia dapat mendengar dan menangkap sinyal emosi orangtuanya saat melakukan perbandingan, ini  membuat bayi merasa tidak nyaman, dan selanjutnya ia akan sulit mengembangkan rasa percaya terhadap orangtuanya.
Batita : Ragu dan Malu (2-3 th)
Anak usia ini sedang mengembangkan kemandirian. Apabila batita selalu dibanding-bandingkan. Akibatnya menjadi malu dan takut menampilkan potensi dirinya dan kemandiriannya pun sulit dibentuk.
Pra Sekolah : Inisiatif Tak Berkembang (4-5 th)
Anak akan merasa bersalah, karena apa yang dilakukannya dipadamkan oleh orangtuanya.
Usia 6- 8 th : Rendah Diri
Anak usia selalu berkarya dengan cara2 yang unik, jika karyanya selalu dibandingkan  maka rasa minder menghambat karyanya.
Usia 9-12 th : Makin Minder
Rasa rendah dirinya akan melebar ke berbagai aspek lainnya. Kreativitas akan terhambat, karna selalu dibandingkan oleh orangtuanya
Apa yang sebaiknya kita lakukan ?
Orang tua harus terlebih dahulu mengenal bakat masing-masing anak, bukan malah membanding-bandingkan. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan setiap anak. Berilah pujian jika anak melakukan hal-hal yang baik. Sebaliknya beritahu yang benar tanpa menghukum jika anak melakukan kesalahan. Contoh : “oke mama, akan bantu kamu cara kerja matematikanya, mama akan beli bukunya serta alat hitung supaya nilai matematikamu baik, anakku pasti bisa mendapat nilai matematika yang baik.
Jangan membandingkan !!. Anak akan sadar bahwa ia belum sepenuhnya sempurna dan masih perlu terus mengembangkan dirinya.

By : Astian Leba (Mahasiswa PAK)

1 komentar :

  1. Ayo bangun generasi anak masa depan yang cerdas dan berkarakter

    BalasHapus