Salam Kids’ Parents
Bagi sebagian orangtua pasti mengharapkan yang terbaik dari anaknya, walaupun tak
mengerti bagaimana cara yang tepat dalam memotivasi anak supaya bakat /
kelebihan anak dapat tereskpos.
Orangtua seringkali mengalami kewalahan dalam mengatasi anaknya yang
malas belajar, nilai rapor selalu merah, masalah disekolah dan sebagainya.
Bahkan orangtua tidak segan-segan membanding-membandingkan anaknya dengan
anak orang lain, contoh, kata mama kepada anak yang dibandingkan “Lihat tu teman kamu, tetangga kita, lebih
pintar dari kamu, anak baik, kalo kamu, sudah malas kaya kerbo, bodoh lagi,
coba beta jangan kasih lahir lu ne, hanya buat beta susah sa”. Dipikirnya
dengan perbandingan itu, membuat anak termotivasi untuk menjadi seperti atau
malah lebih dari orang yang dibandingkan.
Secara tidak sadar, anak yang menjadi korban perbandingan akan minder
karena merasa dirinya tak berarti.
Apakah cara perbandingan baik digunakan sebagai metode orang tua dalam
memotivasi anaknya ? jawabannya : tidak.
Untuk itu, lebih jelas lagi, mari yukk, kita bahas sama-sama masalah
diatas, cara apa yang tepat supaya kita mengatasi masalah tersebut.
Selamat membaca…Tuhan Yesus Memberkati
Source by : Psikologi Anak
Membandingkan-Bandingkan Anak
Dampak anak korban perbandingan orangtua sesuai tingkat
usia anak :
Bayi :
Sulit Percaya (0-1 th)
Meski bayi belum dapat berbicara, tetapi ia dapat
mendengar dan menangkap sinyal emosi orangtuanya saat melakukan perbandingan,
ini membuat bayi merasa tidak nyaman,
dan selanjutnya ia akan sulit mengembangkan rasa percaya terhadap orangtuanya.
Batita : Ragu dan Malu
(2-3 th)
Anak usia ini sedang mengembangkan kemandirian. Apabila
batita selalu dibanding-bandingkan. Akibatnya menjadi malu dan takut
menampilkan potensi dirinya dan kemandiriannya pun sulit dibentuk.
Pra Sekolah : Inisiatif
Tak Berkembang (4-5 th)
Anak akan merasa bersalah, karena apa yang
dilakukannya dipadamkan oleh orangtuanya.
Usia 6- 8 th : Rendah
Diri
Anak usia selalu berkarya dengan cara2 yang unik,
jika karyanya selalu dibandingkan maka
rasa minder menghambat karyanya.
Usia 9-12 th : Makin
Minder
Rasa rendah dirinya akan melebar ke berbagai aspek
lainnya. Kreativitas akan terhambat, karna selalu dibandingkan oleh orangtuanya
Apa
yang sebaiknya kita lakukan ?
Orang tua harus terlebih dahulu
mengenal bakat masing-masing anak, bukan malah membanding-bandingkan. Dengan
mengetahui kekuatan dan kelemahan setiap anak. Berilah pujian jika anak
melakukan hal-hal yang baik. Sebaliknya beritahu yang benar tanpa menghukum
jika anak melakukan kesalahan. Contoh : “oke mama, akan bantu kamu cara kerja
matematikanya, mama akan beli bukunya serta alat hitung supaya nilai
matematikamu baik, anakku pasti bisa mendapat nilai matematika yang baik.
Jangan
membandingkan !!. Anak
akan sadar bahwa ia belum sepenuhnya sempurna dan masih perlu terus
mengembangkan dirinya.
By : Astian Leba (Mahasiswa PAK)
Ayo bangun generasi anak masa depan yang cerdas dan berkarakter
BalasHapus